Serang, 26 Februari 2017 - Banten Food Bank (BFB) merayakan 1st Anniversary dengan berbagi kebahagiaan bersama kurang lebih 75 anak yatim piatu yang ada di Kota/Kabupaten Serang. Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula Tb. Suwandi Kantor Bupati Serang-Banten. 

Bekerjasama dengan komunitas Cilegon Runner, BFB juga menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama Food Charity Run (FCR). Kegiatan itu dilakukan dengan mengundang orang untuk berdonasi dengan cara berlari dalam jarak yang sudah ditentukan. FCR mengonversi jumlah lari peserta menjadi paket sembako yang dibagikan kepada anak-anak yatim. Setiap 2,5 KM jarak tempuh lari peserta, maka akan dikonversi menjadi 1 paket sembako yang dibelikan dari uang pendaftaran peserta lari. Start kegiatan lari ini dimulai dari Stadion Krakatau Steel dan finish di halaman pendopo Museum Banten. Pada acara ini, maksimal jarak yang ditempuh peserta sejauh 20 KM. 

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita bisa beramal dengan bentuk apapun, walaupun kegiatan ini berlatar belakang dari 2 komunitas yang berbeda tetapi event ini sudah membuktikan dengan kerjasama semua bisa dilakukan. Semoga kegiatan ini hadir kembali di tahun depan dengan lebih baik lagi dan tetap bermanfaat bagi sesama”, ungkap Gega selaku ketua Komunitas Cilegon Runner dan penggagas ide Food Charity Run.

Selain food charity run, 1st Anniversary BFB ini juga dimeriahkan dengan dongeng dari kak Nono, Potong Tumpeng 1 tahun BFB, Pembagian Sembako kepada anak yatim piatu binaan Laz Harfa dan Yatim Mandiri, Gerakan Minum Susu serta makan siang bersama anak yatim piatu. Ada juga hiburan berupa musik a capella dari grup San Guzel Acaapella dan Syihay Acapella. Band lokal Flower for Viona dan Komunitas Stand Up Comedy Serang juga turut ambil bagian dalam memberikan hiburan dalam acara ini.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai rasa syukur Banten Food Bank atas satu tahun perjalanannya sehingga ke depan bisa dipermudah,”  tutur Idho selaku Founder BFB. Pemuda kelahiran Cilegon dan pernah menjalani pertukaran pemuda ke Kanada ini menambahkan, “BFB akan tetap konsisten membantu masyarakat yang kelaparan dan gizi buruk. Saya mengucapkan terimaksih kepada semua yang telah membantu BFB selama satu tahun ini. Baik untuk para donatur, pengurus dan relawan yang dengan senang hati memberikan kontribusi yang tidak ternilai. Kedepan BFB ingin sekali membuat sebuah warehouse, tempat penyimpanan pangan sehingga sirkulasi data pangan lebih terkontrol dengan baik. Kami siap bekerjasama dengan semua stakeholders karena masalah kelaparan tidak terselesaikan hanya oleh BFB ataupun perorangan. Karenanya kami membuka diri untuk saling bekerjasama dalam menyebarkan kebaikan ini. Saya ucapkan kembali terimakasih kepada Kemenpora RI yang diwakilkan oleh Bapak Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda yang telah hadir dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Bidang Peningkatan Gizi  Keluarga yang siap mendukung penuh kegiatan BFB”.

Berbagai pihak berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan perayaan hari jadi BFB ini mulai dari project partner, pemerintahan, pengusaha, lembaga amil zakat, stakeholder serta relawan dari komunitas yang ada di Banten. Adapun donasi yang terkumpul untuk terselenggaranya acara ini berasal dari donatur, pihak sponsor dan hasil jualan pra-acara. 

Datang dalam kesempatan itu juga, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda yang dihadiri oleh Bapak Imam Gunawan. Beliau menyampaikan bahwa gerakan komunitas BFB ini adalah gerakan yang luar biasa dan patut disebarkan kepada pemuda lainnya. “Kemenpora pun akan siap berada dibelakang BFB dan terus mendukung kegiatan BFB.  Dan kalau bisa, BFB ini bisa menyebar di Provinsi di Indonesia. Karena kebermanfaatannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.”, tambah beliau saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Banten Food Bank berharap acara 1st Anniversary ini menjadi salah satu langkah untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam memberantas kelaparan dan gizi buruk di Banten khususnya dan di Indonesia pada umumnya.  Karena masalah kelaparan dan gizi buruk adalah tugas bersama untuk menyelesaikannya. Sinergitas yang solid mutlak dibutuhkan agar di Banten ini tidak ada lagi kasus kelaparan dan kejadian gizi buruk yang merenggut masa depan anak bangsa.

0 comments so far,add yours